🌿
🌱
🌱

Identitas Peserta UTS

Lengkapi data diri sebelum mengerjakan ujian

Petunjuk Pengerjaan UTS

  • Isi identitas dengan lengkap dan benar sebelum mengerjakan soal
  • 20 Soal Pilihan Ganda HOTS — Setiap soal dilengkapi narasi teori/kasus (bobot: 3 poin/soal = 60 poin)
  • 5 Soal Essay HOTS — Analisis, evaluasi, dan kreasi (bobot: 8 poin/soal = 40 poin)
  • Total Nilai: 100 Poin
  • Soal HOTS memerlukan kemampuan analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6)
  • Klik tombol "Kirim Jawaban & Nilai" setelah selesai mengerjakan
  • Setelah dinilai, Anda dapat mengunduh hasil dalam format PDF

Soal UTS — Higher Order Thinking Skills

Materi: Bab 1 (Difusi Inovasi) s.d. Bab 7 (Tantangan & Studi Kasus Pesantren)

20 PG HOTS (3 poin/soal)
5 Essay HOTS (8 poin/soal)
Total: 100 Poin
Waktu: 120 Menit
1PG HOTS — Bab 1
Narasi Kasus: Seorang guru PAI di madrasah pedesaan mencoba mengadopsi metode pembelajaran berbasis aplikasi mobile untuk mengajarkan tajwid. Namun, setelah 3 bulan implementasi, hanya 30% siswa yang aktif menggunakan aplikasi tersebut. Guru tersebut menemukan bahwa banyak siswa tidak memiliki smartphone pribadi, dan orang tua menganggap aplikasi tersebut "mengganggu waktu mengaji". Berdasarkan teori Difusi Inovasi Rogers (1995), analisis manakah yang PALING TEPAT menjelaskan kegagalan difusi inovasi ini?

Faktor utama yang menghambat difusi inovasi dalam kasus di atas adalah...

2PG HOTS — Bab 1
Narasi Teori: Everett M. Rogers mengidentifikasi 5 kategori adopter dalam difusi inovasi: Innovators (2.5%), Early Adopters (13.5%), Early Majority (34%), Late Majority (34%), dan Laggards (16%). Seorang kepala sekolah ingin menyebarkan metode pembelajaran blended learning di sekolahnya. Ia memiliki 120 guru.

Berdasarkan teori Rogers, berapa jumlah guru yang termasuk kategori Early Adopters yang paling mungkin menjadi agen perubahan (change agents) dalam menyebarkan inovasi tersebut?

3PG HOTS — Bab 2
Narasi Kasus: Data We Are Social (2018) menunjukkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 50% (132,7 juta pengguna) dari total populasi 265,4 juta jiwa. Rata-rata waktu penggunaan media sosial adalah 3 jam 23 menit per hari, dengan 72% trafik web berasal dari perangkat mobile. Seorang peneliti PAI ingin mengembangkan model pembelajaran digital untuk santri di pesantren.

Berdasarkan data tersebut, strategi pengembangan pembelajaran digital PAI yang PALING TEPAT untuk menjangkau santri adalah...

4PG HOTS — Bab 2
Narasi Teori: Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan integrasi Dunia Digital, Manusia, Mesin, dan Data. Peter Diamandis mengidentifikasi 6D (Six D's of Exponential Growth): Digitalization, Deception, Disruption, Demonetization, Dematerialization, Democratization.

Seorang pendidik PAI menganalisis bahwa digitalisasi kitab kuning ke format digital telah mengurangi biaya produksi (Demonetization) dan menghilangkan bentuk fisik kitab (Dematerialization). Tahap 6D berikutnya yang PALING MUNGKIN terjadi adalah...

5PG HOTS — Bab 3
Narasi Kasus: Sebuah madrasah tsanawiyah ingin mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran PAI. Tim pengembang merancang sistem Web-Based Learning yang memungkinkan siswa mengakses materi, mengerjakan kuis, dan berdiskusi secara online. Namun, setelah 6 bulan, tingkat partisipasi siswa hanya 25%. Evaluasi menunjukkan bahwa sistem tidak terintegrasi dengan kurikulum, tidak ada pelatihan guru, dan infrastruktur internet tidak stabil.

Berdasarkan kerangka UNESCO (Emerging, Applying, Integrating, Transforming), madrasah tersebut berada pada tahap...

6PG HOTS — Bab 3
Narasi Teori: Pengembangan pembelajaran PAI berbasis digital memerlukan integrasi tiga literasi utama Industry 4.0: Data Literacy, Technology Literacy, dan Human Literacy. Seorang guru PAI mahir menggunakan aplikasi digital (Technology Literacy tinggi) tetapi kurang mampu menganalisis data hasil belajar siswa dan kurang memiliki empati dalam memahami kebutuhan individual siswa.

Berdasarkan kerangka 3 literasi, kelemahan utama guru tersebut adalah...

7PG HOTS — Bab 4
Narasi Kasus: Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan komposisi penduduk Indonesia didominasi Gen Z (lahir 1997-2012) dan Gen Milenial (1981-1996). Saat ini kita juga memasuki era Gen Alpha (2013-2034). Seorang guru PAI di SMA menggunakan metode ceramah satu arah dengan PowerPoint statis untuk mengajar siswa kelas X yang merupakan Gen Z. Siswa terlihat bosan, tidak engaged, dan nilai rata-rata kelas rendah.

Analisis perubahan paradigma pembelajaran yang PALING TEPAT untuk mengatasi masalah tersebut adalah...

8PG HOTS — Bab 4
Narasi Teori: Perubahan tatanan (disruption) di era digital mempengaruhi tiga aspek: Life (kehidupan), Works (pekerjaan), dan Education (pendidikan). Kirkpatrick's Model memiliki 5 level evaluasi: Reaction, Learning, Behavior, Results, dan ROI.

Sebuah program pelatihan guru PAI tentang integrasi teknologi digital dievaluasi menggunakan Kirkpatrick's Model. Level 3 (Behavior) mengukur...

9PG HOTS — Bab 5
Narasi Kasus: Sebuah sekolah di daerah terpencil memiliki perpustakaan dengan koleksi buku terbatas. Guru PAI ingin meningkatkan literasi siswa tetapi menghadapi tiga masalah: (1) tidak ada atmosfer yang mendukung akses sumber literasi, (2) siswa tidak terbiasa membaca, (3) budaya masyarakat tidak menempatkan literasi sebagai prioritas.

Berdasarkan materi tentang 3 faktor penghambat literasi (Iklim, Kebiasaan, Budaya), solusi "By Design" yang PALING KOMPREHENSIF adalah...

10PG HOTS — Bab 5
Narasi Teori: Keterampilan abad 21 mencakup 4C+2C: Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Compassion, dan Computational Logic. Seorang guru PAI mengajarkan siswa untuk menganalisis kasus fiqih kontemporer (misal: hukum cryptocurrency) dengan mempertimbangkan berbagai perspektif, lalu siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menghasilkan solusi yang empatik terhadap dampak sosialnya.

Keterampilan 4C+2C yang PALING DOMINAN dikembangkan dalam aktivitas tersebut adalah...

11PG HOTS — Bab 6
Narasi Kasus: Seorang guru PAI senior (usia 55 tahun) menolak menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran dengan alasan "sudah tua, tidak bisa belajar teknologi" dan "metode konvensional sudah cukup". Ia adalah guru berprestasi dengan pemahaman keilmuan PAI yang mendalam, tetapi tidak memiliki keterampilan digital.

Berdasarkan kompetensi pendidik era digital, pendekatan PALING TEPAT untuk membantu guru tersebut adalah...

12PG HOTS — Bab 6
Narasi Teori: 6 Kunci Keberhasilan Online Learning: (1) Regulasi, (2) Infrastruktur, (3) Lesson Plan, (4) Sistem/Apps, (5) Content/Isi, (6) Guru/Siswa (ICT Literacy). Sebuah universitas Islam meluncurkan program e-learning tetapi gagal karena: tidak ada kebijakan jelas, LMS tidak stabil, RPP daring tidak ada, konten minim, dan guru tidak terlatih.

Berdasarkan 6 kunci keberhasilan, akar masalah PALING FUNDAMENTAL yang harus diselesaikan pertama adalah...

13PG HOTS — Bab 7
Narasi Kasus: Pondok Pesantren X memiliki 500 santri dengan kurikulum tradisional yang fokus pada hafalan Al-Qur'an dan kitab kuning. Santri lulusan pesantren ini sulit bersaing di dunia kerja modern karena tidak memiliki keterampilan digital, tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, dan tidak memiliki jiwa entrepreneurship. KH. Hasan Abdullah Sahal menyatakan: "Hidupilah Pondok, jangan mencari hidup dalam pondok (Keikhlasan)."

Berdasarkan filosofi keikhlasan dan tantangan Industry 4.0, transformasi PALING TEPAT untuk Pesantren X adalah...

14PG HOTS — Bab 7
Narasi Teori: Konsep "Merdeka Belajar" di Pesantren secara natural telah dipraktikkan melalui: Any Time Any Place, Project Base, Free Choices, Personalized Learning, Field Experiences, Link and Match, dan Data Interpretation.

Seorang santri pesantren diberi kebebasan memilih metode belajar yang paling nyaman baginya (misal: belajar fiqih melalui magang di pengadilan agama), sambil tetap mengikuti kurikulum inti. Konsep "Merdeka Belajar" yang diterapkan adalah...

15PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Kasus Komprehensif: Seorang dosen PAI di UIN ingin mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan: (1) Difusi Inovasi Rogers, (2) 3 Literasi Industry 4.0, (3) 4C+2C, (4) Kerangka UNESCO, dan (5) Nilai-nilai kearifan lokal pesantren. Ia merancang program di mana mahasiswa membuat konten digital PAI berbasis kearifan lokal Minangkabau, menyebarkannya melalui media sosial, dan mengevaluasi dampaknya.

Tahap kerangka UNESCO yang PALING TEPAT menggambarkan posisi dosen tersebut adalah...

16PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Teori: Karl Marx menyatakan: "The production of too many useful things results in too many useless people." Russel dan Norvig (2010) mendefinisikan AI dengan 4 pendekatan: Thinking humanly, Acting humanly, Thinking rationally, Acting rationally.

Sebuah sekolah menggunakan AI chatbot untuk mengajar PAI 24/7 tanpa guru manusia. Siswa menjadi sangat tergantung pada AI dan kehilangan kemampuan berpikir kritis serta empati. Analisis PALING TEPAT berdasarkan pernyataan Marx dan konsep AI adalah...

17PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Kasus: Seorang peneliti PAI ingin meneliti efektivitas pembelajaran blended learning di madrasah. Ia menggunakan pendekatan IMRAD+C (Introduction, Method, Result, Discussion, Conclusion) dan CCTES (Controversy, Change, Trend, Emergency, Solution) untuk menentukan judul. Ia menemukan bahwa topik "dampak AI terhadap hafalan Al-Qur'an" sedang tren (Trend) dan mendesak (Emergency) karena banyak santri yang tergantung pada aplikasi AI untuk hafalan.

Berdasarkan CCTES, indikator judul yang PALING KUAT dari topik tersebut adalah...

18PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Teori: UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 menyatakan pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. PP Kemendikbud No. 3 Tahun 2020 menuntut lulusan PTKI terampil melek TI, berkomunikasi, bermedia sosial, dan entrepreneurship.

Sebuah program studi PAI di PTKI hanya fokus pada hafalan kitab dan tidak mengintegrasikan teknologi digital sama sekali. Berdasarkan UU dan PP tersebut, evaluasi PALING TEPAT adalah...

19PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Kasus: Seorang guru PAI di sekolah internasional di Jakarta menghadapi siswa multikultural dari 15 negara berbeda. Ia ingin mengajarkan nilai-nilai PAI yang universal (toleransi, keadilan, kejujuran) dengan menghargai keberagaman budaya siswa. Ia menggunakan metode diskusi lintas budaya, proyek kolaboratif internasional, dan refleksi personal.

Keterampilan abad 21 yang PALING DOMINAN dikembangkan dalam pendekatan ini adalah...

20PG HOTS — Integrasi Bab 1-7
Narasi Kasus Komprehensif: Sebuah pesantren modern mengintegrasikan: (1) Kurikulum tradisional (kitab kuning, tahfidz), (2) Teknologi digital (LMS, AI untuk evaluasi hafalan, virtual reality untuk sejarah Islam), (3) Kearifan lokal (budaya Minangkabau dalam adab dan akhlak), (4) 4C+2C, (5) 3 Literasi Industry 4.0. Lulusan pesantren ini mampu menjadi hafidz, melek teknologi, memiliki akhlak mulia, dan entrepreneurship.

Berdasarkan konsep "Lembaga Peradaban Pesantren Paripurna" dan "Competitive Institution", pesantren tersebut telah mencapai...

21ESSAY HOTS — Bab 1-3

Soal Essay 1 (8 poin): Analisislah kasus berikut menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers dan kerangka UNESCO!

Sebuah madrasah di daerah pedesaan mencoba mengadopsi pembelajaran blended learning. Guru-guru muda antusias, tetapi guru senior menolak dengan alasan "tidak ada waktu belajar teknologi" dan "metode ceramah sudah cukup". Infrastruktur internet tidak stabil, dan orang tua khawatir siswa akan kecanduan gadget.

Identifikasi minimal 3 faktor penghambat difusi inovasi berdasarkan 5 karakteristik Rogers (Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Trialability, Observability). Kemudian, tentukan tahap kerangka UNESCO di mana madrasah tersebut berada, dan rancang strategi konkret untuk mencapai tahap "Transforming"!

22ESSAY HOTS — Bab 4-5

Soal Essay 2 (8 poin): Evaluasi dan kreasi!

Data menunjukkan bahwa Gen Z dan Gen Alpha adalah digital native yang menghabiskan rata-rata 3+ jam per hari di media sosial. Namun, banyak guru PAI masih menggunakan metode teacher-centered dengan PowerPoint statis. Hasilnya: siswa bosan, tidak engaged, dan nilai rendah.

(a) Evaluasi mengapa pendekatan teacher-centered tidak efektif untuk Gen Z/Alpha berdasarkan teori perubahan paradigma!
(b) Kreasikan model pembelajaran PAI yang mengintegrasikan 4C+2C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Compassion, Computational Logic) dengan teknologi digital dan kearifan lokal!
(c) Jelaskan bagaimana model Anda mengatasi 3 faktor penghambat literasi (Iklim, Kebiasaan, Budaya)!

23ESSAY HOTS — Bab 6-7

Soal Essay 3 (8 poin): Analisis komprehensif dan sintesis!

Pondok Pesantren X memiliki 1000 santri dengan kurikulum tradisional (tahfidz, fiqih, akhlak). Lulusan pesantren ini sulit bersaing di era digital karena tidak memiliki keterampilan teknologi, tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, dan tidak memiliki jiwa entrepreneurship. Namun, pesantren ini memiliki kekuatan: akhlak mulia, keikhlasan, ukhwah islamiyah, dan kearifan lokal yang kuat.

(a) Analisis tantangan Pesantren X berdasarkan konsep Soft Skill vs Hard Skill dan 3 Literasi Industry 4.0!
(b) Sintesis strategi transformasi Pesantren X menjadi "Lembaga Peradaban Pesantren Paripurna" dan "Competitive Institution" dengan tetap menjaga filosofi keikhlasan (KH. Hasan Abdullah Sahal) dan mengintegrasikan konsep "Merdeka Belajar" (Any Time Any Place, Project Base, Free Choices, Personalized Learning, Field Experiences, Link and Match, Data Interpretation)!

24ESSAY HOTS — Integrasi Bab 1-7

Soal Essay 4 (8 poin): Evaluasi kritis dan rekomendasi!

Sebuah universitas Islam meluncurkan program "Smart Campus" dengan investasi miliaran rupiah untuk LMS, AI chatbot, VR lab, dan digital library. Namun, setelah 2 tahun, utilisasi hanya 20%. Evaluasi menunjukkan: (1) tidak ada regulasi yang jelas, (2) guru tidak terlatih, (3) konten minim, (4) infrastruktur tidak stabil, (5) tidak ada lesson plan digital.

(a) Evaluasi kegagalan program "Smart Campus" tersebut berdasarkan 6 Kunci Keberhasilan Online Learning!
(b) Berikan rekomendasi strategis berbasis teori difusi inovasi Rogers dan kerangka UNESCO untuk memperbaiki program tersebut!
(c) Rancang roadmap transformasi digital yang realistis untuk 3 tahun ke depan!

25ESSAY HOTS — Integrasi Bab 1-7

Soal Essay 5 (8 poin): Kreasi model pembelajaran integratif!

Anda adalah dosen PAI di UIN yang ditugaskan mengembangkan model pembelajaran inovatif untuk mata kuliah "Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Digital". Model harus mengintegrasikan: (1) Difusi Inovasi, (2) Teknologi Digital, (3) Kearifan Lokal, (4) 4C+2C, (5) 3 Literasi Industry 4.0, (6) Konsep Merdeka Belajar, dan (7) Nilai-nilai Pesantren (Soft Skill + Hard Skill).

(a) Kreasikan model pembelajaran integratif dengan nama yang menarik!
(b) Jelaskan komponen-komponen model dan bagaimana masing-masing teori/konsep diintegrasikan!
(c) Rancang skenario implementasi model untuk 1 pertemuan (100 menit) dengan detail aktivitas!
(d) Jelaskan bagaimana model Anda mengukur keberhasilan berdasarkan Kirkpatrick's Model (minimal 3 level)!

Hasil Ujian Tengah Semester

Berikut adalah hasil pengerjaan UTS (Bab 1-7)

Nilai PG HOTS
0
Nilai Essay
0
Total Nilai
0
Predikat
-

Detail Jawaban Pilihan Ganda HOTS

NoJawaban AndaKunci JawabanStatus

Jawaban Essay HOTS

Keterangan Predikat

  • A (85-100): Sangat Baik — Menguasai konsep HOTS dengan sangat baik
  • B (70-84): Baik — Menguasai konsep HOTS dengan baik
  • C (55-69): Cukup — Memahami konsep dengan cukup
  • D (40-54): Kurang — Perlu perbaikan pemahaman
  • E (<40): Sangat Kurang — Perlu belajar ulang materi