🌿
🍂
🌱
🍃
🌿
🍂
🌱

Identitas Peserta

Lengkapi data diri sebelum mengerjakan soal formatif

Petunjuk Pengerjaan

  • Isi identitas dengan lengkap dan benar sebelum mengerjakan soal
  • Pilihlah satu jawaban yang paling tepat untuk setiap soal pilihan ganda
  • Jawablah soal esai dengan jelas, sistematis, dan argumentatif
  • Klik tombol "Kirim Jawaban & Nilai" setelah selesai mengerjakan
  • Setelah dinilai, Anda dapat mengunduh hasil dalam format PDF

Materi Pembelajaran

Sub-CPMK 1, 10, 13, 6: Kesadaran Global & Literasi

A. Pengertian Literasi

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kompetensi multidimensi yang dipengaruhi oleh konteks akademik, budaya, dan pengalaman. Berikut perbandingan definisi literasi dari berbagai perspektif:

Perbandingan Definisi Literasi dari Berbagai Perspektif

Sumber Definisi Literasi Fokus Utama
EDC
(Education Development Center)
Kemampuan individu untuk menggunakan potensi yang ia miliki Pengembangan potensi diri
UNESCO Keterampilan kognitif seseorang dalam membaca dan menulis yang dipengaruhi oleh kompetensi di bidang akademik, konteks nasional, institusi, nilai-nilai budaya, dan pengalaman Kompetensi multidimensi & kontekstual
Wikipedia Pengetahuan dan kemampuan menggunakan media digital secara sehat, bijak, dan cerdas Literasi digital & etika bermedia

Refleksi Motivasi

"Jika Ingin diakhiri Maka Mulailah, Jika ingin menuai maka tanamlah." — Literasi adalah benih yang harus kita tanam hari ini untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

B. Kerangka Keterampilan Abad 21: 4C + 2C

Selain 4C utama, pendidik di era digital juga dituntut untuk menguasai 2C tambahan:

Framework 4C + 2C: Keterampilan Abad 21

Critical Thinking

Berpikir kritis

Creativity

Kreativitas

Communication

Komunikasi

Collaboration

Kolaborasi

Compassion

Empati

Computational Logic

Logika komputasi

Detail Kerangka 4C + 2C untuk Pendidik PAI

Kompetensi Deskripsi Implementasi dalam PAI
Critical Thinking Berpikir kritis dalam memecahkan masalah kompleks Analisis kasus fiqih kontemporer
Creativity Kreativitas dalam menghasilkan ide dan produk baru Desain materi PAI interaktif
Communication Kemampuan berkomunikasi secara efektif dan persuasif Dakwah digital & presentasi
Collaboration Kolaborasi dalam tim yang beragam dan lintas budaya Proyek pembelajaran kolaboratif
Compassion Empati dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan Pembelajaran akhlak & karakter
Computational Logic Berpikir komputasional dan logika pemecahan masalah sistematis Algoritma pembelajaran & coding

C. Tiga Literasi Utama Industry 4.0

Untuk menghadapi Industry 4.0, pendidik dan peserta didik harus menguasai 3 literasi utama:

Data Literacy

Kemampuan membaca, menganalisis, dan bekerja dengan data. Pendidik PAI perlu mampu menganalisis data hasil belajar untuk pengambilan keputusan pedagogis.

Technology Literacy

Pemahaman tentang mesin, aplikasi digital, dan coding. Pendidik harus menguasai tools digital untuk pembelajaran yang efektif.

Human Literacy

Humanities, komunikasi, desain, dan kecerdasan emosional. Ini adalah pembeda utama manusia dari mesin AI.

D. Disrupsi & Global Village

Perubahan tatanan (disruption) membawa kita ke konsep Global Village dan Human Machine Communication yang didukung oleh berbagai teknologi kunci:

Teknologi Kunci Global Village & Human Machine Communication

Teknologi Deskripsi Aplikasi dalam PAI
Smart Robot Asisten cerdas berbasis AI Robot pengajar bahasa Arab
Internet of Things Konektivitas perangkat pintar Smart classroom dengan sensor
Big Data Analisis data skala besar Analisis pola belajar santri
3D Printer Manufaktur digital presisi Visualisasi arsitektur masjid
Driverless Car Kendaraan otonom Simulasi perjalanan haji
Virtual Education Pembelajaran imersif VR tour sejarah Islam

Tujuan: Improve Quality of Life

Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui: e-Learning, e-Commerce, Online Banking, Remote Office, e-Community, Online Stock Trade, dan berbagai layanan digital lainnya.

E. Data Penyebab Kematian 2020-2025

Berdasarkan data timpadata.com, berikut adalah faktor penyebab kematian yang menunjukkan pentingnya gaya hidup sehat dan manajemen stres:

Faktor Penyebab Kematian 2020-2025

6.5
Diabetes
6.5%
14.5
Jantung
14.5%
23
Stres
23%
60
Paru-paru
60%

Sumber: timpadata.com | Data menunjukkan pentingnya gaya hidup sehat dan manajemen stres

F. Tantangan & Solusi Ber-Literasi

Terdapat tiga faktor utama yang menjadi masalah atau penghambat dalam ber-literasi:

3 Faktor Penghambat Literasi

  • Iklim: Lingkungan yang tidak mendukung akses sumber literasi
  • Kebiasaan: Pola hidup yang tidak mengutamakan membaca dan menulis
  • Budaya: Norma sosial yang belum menempatkan literasi sebagai prioritas

Solusi Konkret: By Design

  • Ciptakan Iklim — Bangun atmosfer yang mendukung literasi
  • Jadikan Kebiasaan — Rutinitas membaca/menulis setiap hari
  • Bentuk Budaya — Jadikan literasi sebagai nilai yang dipegang teguh

Strategi By Design untuk Membangun Literasi

Ciptakan Iklim

Akses ke sumber literasi, atmosfer yang mendukung

Jadikan Kebiasaan

Rutinitas membaca/menulis setiap hari

Bentuk Budaya

Literasi sebagai nilai yang dipegang teguh

Destination

Masyarakat literat & berdaya saing global

Implikasi bagi Pendidik PAI

Sebagai calon doktor PAI, Anda dituntut untuk tidak hanya memahami teori literasi digital, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pembelajaran. Mulailah dengan mengidentifikasi hambatan literasi di lingkungan Anda, lalu rancang solusi "By Design" yang kontekstual dan berkelanjutan.

Soal Formatif — Bab 5 (HOTS)

Literasi Digital & Kesadaran Global Pendidik

15 Soal (10 PG + 5 Essay)
Bobot: PG 4 poin, Esai 12 poin
Total: 100 Poin
Waktu: 120 Menit
1PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Seorang guru PAI di madrasah pedesaan ingin meningkatkan literasi digital siswanya. Ia membeli 20 tablet dan menginstal aplikasi pembelajaran. Namun, setelah 3 bulan, hanya 5 tablet yang masih berfungsi karena siswa tidak terbiasa merawat perangkat, tidak ada jadwal penggunaan yang jelas, dan orang tua tidak mendukung karena menganggap gadget "merusak akhlak".

Berdasarkan konsep 3 faktor penghambat literasi, analisis PALING TEPAT untuk kasus ini adalah...

2PILIHAN GANDA HOTS
Teori: UNESCO mendefinisikan literasi sebagai "keterampilan kognitif seseorang dalam membaca dan menulis yang dipengaruhi oleh kompetensi di bidang akademik, konteks nasional, institusi, nilai-nilai budaya, dan pengalaman."

Implikasi PALING SIGNIFIKAN dari definisi UNESCO tersebut dalam konteks pembelajaran PAI di Indonesia adalah...

3PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Seorang pendidik PAI mengajar siswa Gen Z yang sangat aktif di media sosial. Ia merancang pembelajaran di mana siswa menganalisis hoaks tentang agama yang beredar di WhatsApp, kemudian membuat konten dakwah digital yang faktual dan inspiratif untuk Instagram. Siswa bekerja dalam kelompok lintas budaya (Muslim, Kristen, Hindu) untuk menghasilkan konten toleransi.

Keterampilan 4C+2C yang PALING DOMINAN dikembangkan dalam aktivitas ini adalah...

4PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Tiga literasi utama Industry 4.0 adalah Data Literacy, Technology Literacy, dan Human Literacy. Seorang guru PAI mahir menggunakan aplikasi digital (Technology Literacy tinggi), mampu menganalisis data nilai siswa (Data Literacy baik), tetapi kesulitan membangun hubungan emosional dengan siswa dan tidak peka terhadap kebutuhan individual mereka.

Berdasarkan kerangka 3 literasi, kelemahan PALING KRITIS guru tersebut adalah...

5PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Berdasarkan data timpadata.com, faktor "Stres" menyumbang 23% penyebab kematian tahun 2020-2025, sementara "Paru-paru" 60%, "Jantung" 14.5%, dan "Diabetes" 6.5%. Seorang guru PAI ingin mengintegrasikan kesadaran kesehatan ini dalam pembelajaran akhlak.

Integrasi PALING TEPAT antara data kesehatan tersebut dengan pembelajaran PAI adalah...

6PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Konsep "Global Village" (Marshall McLuhan) menggambarkan dunia yang terhubung tanpa batas melalui teknologi komunikasi. Dalam konteks ini, Human-Machine Communication menjadi semakin intens.

Implikasi PALING SIGNIFIKAN dari Global Village terhadap pembelajaran PAI adalah...

7PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Sebuah pesantren modern mengimplementasikan program "Santri Digital Literate". Santri tidak hanya belajar kitab kuning tetapi juga belajar menganalisis data, menggunakan aplikasi digital, dan mengembangkan empati melalui program sosial. Lulusan pesantren ini mampu menjadi ulama yang melek data, teknologi, dan humanis.

Program ini merupakan contoh integrasi...

8PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Solusi "By Design" untuk mengatasi masalah literasi melibatkan: Ciptakan Iklim, Jadikan Kebiasaan, Bentuk Budaya. Seorang kepala madrasah ingin meningkatkan literasi digital guru-guru senior yang resisten terhadap teknologi.

Strategi PALING EFEKTIF berdasarkan pendekatan "By Design" adalah...

9PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Seorang guru PAI merancang pembelajaran di mana siswa menggunakan aplikasi analisis data untuk memetakan pola bacaan Al-Qur'an mereka (Data Literacy), menggunakan aplikasi tajwid digital (Technology Literacy), dan melakukan refleksi emosional tentang hubungan pribadi dengan Al-Qur'an (Human Literacy).

Pembelajaran ini mengintegrasikan...

10PILIHAN GANDA HOTS
Sintesis: Seorang pendidik PAI di era digital harus menguasai 4C+2C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Compassion, Computational Logic) DAN 3 Literasi (Data, Technology, Human).

Kompetensi PALING KRITIS yang membedakan pendidik PAI dari AI adalah...

11ESSAY HOTS

Analisis Komprehensif Literasi Digital:
Sebuah madrasah di daerah perkotaan memiliki infrastruktur digital yang lengkap (WiFi cepat, laptop, smart TV). Namun, hasil survei menunjukkan: (1) 70% guru tidak menggunakan teknologi dalam pembelajaran, (2) siswa lebih sering menggunakan gadget untuk game daripada belajar, (3) orang tua mengeluh anak-anak "kecanduan gadget" dan nilai PAI menurun.

Pertanyaan: (a) Analisis masalah ini menggunakan kerangka 3 faktor penghambat literasi (Iklim, Kebiasaan, Budaya)! (b) Rancang strategi "By Design" yang komprehensif untuk mengatasi ketiga faktor tersebut! (c) Jelaskan bagaimana strategi Anda mengintegrasikan 4C+2C dan 3 Literasi Industry 4.0!

12ESSAY HOTS

Evaluasi Kritis Global Village & PAI:
Data menunjukkan bahwa Gen Z menghabiskan rata-rata 3 jam 23 menit per hari di media sosial. Di sisi lain, hoaks tentang agama meningkat 300% dalam 5 tahun terakhir. Seorang guru PAI ingin merancang pembelajaran yang mempersiapkan siswa menjadi "digital citizen" yang cerdas secara digital tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Pertanyaan: (a) Evaluasi tantangan dan peluang Global Village bagi pembelajaran PAI! (b) Kreasikan model pembelajaran "Digital Islamic Citizen" yang mengintegrasikan 4C+2C! (c) Jelaskan bagaimana model Anda mengembangkan Human Literacy sebagai benteng terhadap dehumanisasi di era digital!

13ESSAY HOTS

Kreasi Model Literasi Integratif:
Anda ditugaskan merancang program "Guru PAI Melek Digital" untuk 100 guru PAI dari berbagai latar belakang (kota, desa, pesantren, sekolah umum). Program harus: (1) Meningkatkan Data Literacy, Technology Literacy, dan Human Literacy, (2) Mengembangkan 4C+2C, (3) Mengatasi 3 faktor penghambat literasi, (4) Menghasilkan produk inovasi pembelajaran.

Pertanyaan: (a) Kreasikan desain program dengan pendekatan "By Design" (Ciptakan Iklim, Jadikan Kebiasaan, Bentuk Budaya)! (b) Jelaskan bagaimana setiap literasi dan 4C+2C diintegrasikan dalam aktivitas program! (c) Rancang sistem evaluasi untuk mengukur keberhasilan program!

14ESSAY HOTS

Sintesis Data Kesehatan & Pembelajaran PAI:
Berdasarkan data timpadata.com, faktor "Stres" menyumbang 23% penyebab kematian. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar PAI dengan pendekatan kontemplatif (tadabbur, dzikir, refleksi) memiliki tingkat stres 40% lebih rendah. Namun, pembelajaran PAI di banyak sekolah masih bersifat kognitif-hafalan tanpa pendekatan kontemplatif.

Pertanyaan: (a) Sintesislah hubungan antara literasi digital, kesadaran global, dan kesehatan mental dalam konteks pembelajaran PAI! (b) Rancang model pembelajaran PAI yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan kontemplatif untuk mengurangi stres siswa! (c) Jelaskan bagaimana model Anda mengembangkan Human Literacy dan Compassion!

15ESSAY HOTS

Refleksi Filosofis:
"Literasi adalah benih yang harus kita tanam hari ini untuk masa depan pendidikan yang lebih baik." Dalam konteks pembelajaran PAI di era Global Village, pendidik menghadapi dilema: di satu sisi harus mengembangkan literasi digital (Data & Technology Literacy), di sisi lain harus menjaga Human Literacy dan nilai-nilai spiritual agar siswa tidak menjadi "useless people" seperti yang dikhawatirkan Karl Marx.

Pertanyaan: (a) Refleksikan dilema tersebut dengan menggunakan konsep 3 Literasi Industry 4.0 dan 4C+2C! (b) Di mana batas etis integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI? (c) Rancang filosofi pendidikan PAI yang mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal secara harmonis! (d) Bagaimana Anda sebagai calon doktor PAI akan menjadi agen transformasi literasi di institusi Anda?

Hasil Evaluasi Formatif

Berikut adalah hasil pengerjaan soal formatif Bab 5

Nilai PG
0
Nilai Esai
0
Total Nilai
0
Predikat
-

Detail Jawaban Pilihan Ganda

NoJawaban AndaKunci JawabanStatus

Jawaban Esai

Keterangan Predikat

  • A (85-100): Sangat Baik — Memahami konsep dengan sangat baik
  • B (70-84): Baik — Memahami konsep dengan baik
  • C (55-69): Cukup — Memahami konsep dengan cukup
  • D (40-54): Kurang — Perlu perbaikan pemahaman
  • E (<40): Sangat Kurang — Perlu belajar ulang materi