🌿
🍂
🌱
🍃
🌿
🍂
🌱

Identitas Peserta

Lengkapi data diri sebelum mengerjakan soal formatif

Petunjuk Pengerjaan

  • Isi identitas dengan lengkap dan benar sebelum mengerjakan soal
  • Pilihlah satu jawaban yang paling tepat untuk setiap soal pilihan ganda
  • Jawablah soal esai dengan jelas, sistematis, dan argumentatif
  • Klik tombol "Kirim Jawaban & Nilai" setelah selesai mengerjakan
  • Setelah dinilai, Anda dapat mengunduh hasil dalam format PDF

Materi Pembelajaran

Sub-CPMK 1: Sikap Inovatif & Kreatif

A. Pengertian Difusi Inovasi

Difusi Inovasi adalah proses komunikasi suatu gagasan, ide, atau teknologi baru melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu di antara anggota suatu sistem sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Everett M. Rogers (1962) dalam bukunya yang berjudul "Diffusion of Innovations".

Dalam konteks pembelajaran PAI, difusi inovasi berarti kemampuan pendidik untuk mengadopsi, mengadaptasi, dan menyebarkan metode, teknologi, atau pendekatan pembelajaran baru yang lebih efektif kepada peserta didik dan rekan sejawat.

Diagram Alur Proses Adopsi Inovasi (Rogers)

Knowledge

Terpapar inovasi

Persuasion

Membentuk sikap

Decision

Adopsi/Tolak

Implementation

Penggunaan

Confirmation

Penguatan

5 Karakteristik Inovasi (Rogers)

  • Relative Advantage: Keuntungan relatif dibandingkan cara lama.
  • Compatibility: Kesesuaian dengan nilai dan pengalaman pengguna.
  • Complexity: Tingkat kemudahan penggunaan (semakin sederhana, semakin cepat diadopsi).
  • Trialability: Kemungkinan untuk diujicobakan sebelum diadopsi penuh.
  • Observability: Kemudahan hasil inovasi untuk diamati oleh orang lain.

B. Mengapa Kampus Harus Bertransformasi?

Berdasarkan PP Kemendikbud No. 3 Tahun 2020, lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut untuk memiliki kompetensi: terampil melek teknologi informasi, mampu berkomunikasi secara efektif, cakap bermedia sosial, dan memiliki jiwa entrepreneurship.

Perbandingan Era Revolusi Industri & Dampaknya pada Pendidikan

1.0
Abad 18

Mesin Uap & Mekanisasi

2.0
Abad 20

Listrik & Produksi Massal

3.0
1970-an

IC & ICT (Komputer)

4.0
2000-an

Digital, AI, IoT, Big Data

C. Trend Era Digital & Kerangka 6D

Transformasi digital di perguruan tinggi didorong oleh berbagai trend teknologi. Peter Diamandis mengidentifikasi 6 tahap transformasi eksponensial (6D) yang relevan:

Tahap 6D Definisi Contoh Konteks PAI
1. Digitalization Informasi menjadi digital Kitab kuning versi PDF/E-book
2. Deception Pertumbuhan lambat di awal Awal e-learning sepi peminat
3. Disruption Mengubah industri tradisional Pesantren konvensional vs Modern
4. Demonetization Mengurangi biaya produksi Biaya cetak kitab turun drastis
5. Dematerialization Produk fisik menjadi digital Perpustakaan fisik -> Digital Library
6. Democratization Akses terbuka untuk semua Siapa saja bisa belajar fiqih online

D. Human-Machine Communication & Global Village

Era digital membawa konsep Global Village di mana dunia terhubung tanpa batas. Beberapa teknologi kunci yang mendukung transformasi pendidikan:

Smart Robot & AI

Asisten pembelajaran berbasis AI untuk personalisasi materi.

Internet of Things

Kelas pintar dengan perangkat terhubung (Smart Classroom).

Augmented Reality

Visualisasi sejarah Islam atau manasik haji secara imersif.

Tantangan Implementasi

Meskipun teknologi menawarkan banyak kemudahan, tantangan utama dalam difusi inovasi di lembaga pendidikan Islam seringkali bukan pada alat, melainkan pada mindset (pola pikir) dan budaya organisasi yang resisten terhadap perubahan.

Soal Formatif — Bab 1 (HOTS)

Difusi Inovasi & Perubahan Paradigma Pembelajaran PAI

15 Soal (10 PG + 5 Essay)
Bobot: PG 4 poin, Esai 12 poin
Total: 100 Poin
Waktu: 120 Menit
1PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Seorang guru PAI di Madrasah Aliyah memperkenalkan aplikasi "Tahfidz Digital" yang menggunakan AI untuk mengoreksi bacaan santri. Aplikasi ini sangat akurat (Relative Advantage tinggi) dan gratis (Trialability tinggi). Namun, setelah 3 bulan, hanya 10% santri yang menggunakannya secara rutin. Wawancara mengungkapkan bahwa santri merasa "berdosa" jika belajar Al-Qur'an dengan mesin karena dianggap mengurangi keberkahan, dan orang tua juga mendukung pandangan ini.

Berdasarkan teori Difusi Inovasi Rogers, faktor utama yang menghambat adopsi inovasi dalam kasus ini adalah...

2PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Peter Diamandis menjelaskan kerangka 6D (Six D's of Exponential Growth). Dalam konteks digitalisasi pendidikan Islam, proses di mana kitab-kitab turats yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk fisik (cetak) dengan biaya produksi dan distribusi yang mahal, kini berubah menjadi file digital yang dapat diakses secara gratis oleh siapa saja di seluruh dunia melalui internet.

Fenomena tersebut secara berurutan telah melewati tahap 6D yaitu...

3PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Data BPS menunjukkan 72% trafik web di Indonesia berasal dari perangkat mobile. Seorang pengembang kurikulum PAI merancang sistem pembelajaran berbasis web yang sangat kompleks dengan fitur Virtual Reality (VR) dan membutuhkan koneksi internet stabil serta laptop spesifikasi tinggi. Setelah diujicobakan di daerah pedesaan, sistem tersebut gagal total karena perangkat dan infrastruktur tidak mendukung.

Evaluasi PALING TEPAT terhadap kegagalan inovasi tersebut berdasarkan prinsip difusi adalah...

4PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Perubahan paradigma pendidikan dari Teacher-Centered Learning (TCL) ke Student-Centered Learning (SCL) merupakan keniscayaan di era Society 5.0. Dalam TCL, guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan. Dalam SCL, siswa aktif mengonstruksi pengetahuan.

Jika seorang guru PAI tetap menggunakan metode ceramah satu arah selama 100 menit penuh untuk mengajar materi "Fiqih Muamalah Kontemporer" kepada siswa Gen Z, analisis dampak PALING MUNGKIN yang terjadi adalah...

5PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Sebuah Pesantren Modern mengintegrasikan kurikulum Tahfidz dengan Coding & Robotik. Santri tidak hanya menghafal Al-Qur'an tetapi juga belajar membuat aplikasi Al-Qur'an digital. Lulusan pesantren ini mampu menjadi Hafidz sekaligus Software Developer.

Fenomena ini merupakan contoh nyata dari integrasi...

6PILIHAN GANDA HOTS
Teori: Konsep "Merdeka Belajar" memberikan otonomi kepada satuan pendidikan dan kebebasan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi.

Dalam konteks pembelajaran PAI di perguruan tinggi, implementasi "Merdeka Belajar" yang PALING TEPAT adalah...

7PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Dalam diskusi kelas tentang "Hukum Cryptocurrency dalam Islam", mahasiswa dibagi menjadi kelompok. Mereka harus menganalisis fatwa MUI, data pasar global, dan pendapat ulama kontemporer, lalu mempresentasikan solusi yang win-win solution.

Keterampilan abad 21 (4C) yang PALING DOMINAN diasah dalam aktivitas ini adalah...

8PILIHAN GANDA HOTS
Teori: AI (Artificial Intelligence) semakin canggih dalam membuat konten keagamaan, seperti khotbah Jumat otomatis atau tafsir ayat berbasis algoritma.

Posisi PALING IDEAL bagi seorang dai/ustadz dalam menghadapi kemajuan AI ini adalah...

9PILIHAN GANDA HOTS
Kasus: Sebuah universitas Islam ingin menerapkan "Smart Campus". Mereka membeli ribuan tablet untuk mahasiswa dan membangun server mahal. Namun, dosen-dosen senior tidak mau menggunakannya karena tidak ada pelatihan dan insentif yang jelas. Proyek ini akhirnya mangkrak.

Berdasarkan kerangka UNESCO (Emerging, Applying, Integrating, Transforming), universitas tersebut gagal bahkan mencapai tahap...

10PILIHAN GANDA HOTS
Sintesis: Integrasi Kearifan Lokal (Local Wisdom) dengan Teknologi Digital dalam pembelajaran PAI bertujuan untuk...

Tujuan PALING FUNDAMENTAL dari integrasi ini adalah...

11ESSAY HOTS

Analisis Kasus Difusi Inovasi:
Sebuah Madrasah Tsanawiyah di daerah perkotaan mencoba menerapkan "Flipped Classroom" untuk mata pelajaran Fiqih. Siswa diminta menonton video materi di rumah dan mengerjakan studi kasus di kelas. Setelah 1 semester, nilai rata-rata siswa justru turun dan banyak siswa yang tidak menonton video di rumah.

Pertanyaan: Analisislah kegagalan ini menggunakan minimal 3 dari 5 karakteristik inovasi Rogers! Berikan solusi konkret agar inovasi ini dapat diadopsi dengan sukses!

12ESSAY HOTS

Evaluasi Kritis Transformasi Digital:
Banyak institusi pendidikan Islam terjebak pada "Digitalisasi Semu", yaitu hanya memindahkan materi cetak ke PDF tanpa mengubah metode pedagogi (masih teacher-centered).

Pertanyaan: Jelaskan perbedaan mendasar antara "Digitization" dan "Digital Transformation" dalam konteks pendidikan PAI! Mengapa perubahan paradigma (mindset) lebih penting daripada sekadar pengadaan alat (tools)?

13ESSAY HOTS

Kreasi Model Pembelajaran:
Anda ditugaskan merancang pembelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) untuk siswa Gen Z yang cenderung visual dan interaktif.

Pertanyaan: Rancanglah skenario pembelajaran singkat yang mengintegrasikan teknologi (misal: AR/VR atau Gamifikasi) dengan nilai-nilai kearifan lokal! Jelaskan bagaimana skenario tersebut memenuhi unsur 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication)!

14ESSAY HOTS

Sintesis Teori & Praktik:
Hubungkan konsep "Global Village" (McLuhan) dengan tantangan dakwah Islam di era media sosial.

Pertanyaan: Bagaimana strategi seorang dai/pendidik PAI dalam menghadapi banjir informasi (hoaks, radikalisme) di Global Village? Gunakan konsep "Literasi Digital" dan "Etika Komunikasi Islam" dalam jawaban Anda!

15ESSAY HOTS

Refleksi Filosofis:
"Teknologi adalah pelayan yang baik, tetapi tuan yang buruk."

Pertanyaan: Refleksikan pernyataan tersebut dalam konteks pembelajaran PAI! Di mana batas etis penggunaan AI dalam penilaian akhlak atau pembentukan karakter siswa? Jelaskan argumen Anda!

Hasil Evaluasi Formatif

Berikut adalah hasil pengerjaan soal formatif Bab 1

Nilai PG
0
Nilai Esai
0
Total Nilai
0
Predikat
-

Detail Jawaban Pilihan Ganda

No Jawaban Anda Kunci Jawaban Status

Jawaban Esai

Keterangan Predikat

  • A (85-100): Sangat Baik — Memahami konsep dengan sangat baik
  • B (70-84): Baik — Memahami konsep dengan baik
  • C (55-69): Cukup — Memahami konsep dengan cukup
  • D (40-54): Kurang — Perlu perbaikan pemahaman
  • E (<40): Sangat Kurang — Perlu belajar ulang materi